Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apa Saja Manfaat Permainan Tradisional Untuk Perkembangan Anak?

Apa Saja Manfaat Permainan Tradisional Untuk Perkembangan Anak?
Apa Saja Manfaat Permainan Tradisional Untuk Perkembangan Anak?
/AnnaliseArt

Sayangnya beberapa permainan tradisional tersebut sudah mulai banyak dilupakan oleh anak-anak generasi masa kini. 

Namun begitu, permainan tradisional di bawah ini masih banyak dimainkan oleh anak masa kini meskipun tidak sepopuler gadget.

Permainan merangsang psikomotorik anak dan kecerdasan anak

1. Layang-layang. Bermain layangan tak hanya menstimulus psikomotorik anak, namun juga mengasah kreativitas anak untuk membuat layangan yang berbeda dari layangan milik anak lain.

 

2. Petak Umpet. Petak umpet merupakan jenis permainan yang melegenda sejak generasi kakek-nenek. 

Permainan ini dapat mengasah intuisi anak dalam menemukan lawan main dan skill observasi lingkungan dengan baik.


3. Catur.Catur merupakan permainan tradisional yang termasuk dalam cabang olahraga dan bahkan di pertandingkan dalam event olahraga seperti olimpiade. 

Bermain catur akan mengasah anak untuk membuat strategi dalam permainan catur.


4. Congklak.Congklak adalah permainan tradisional yang  selain menyenangkan tapi juga sangat bermanfaat dalam meningkatkan kecerdasan anak. 

Permainan congklak akan mengasah otak anak agar anak menerapkan strategi yang tepat untuk mengalahkan lawan.


5. Lego.Lego adalah permainan klasik yang popular dimainkan oleh anak-anak. 

Lego merupakan balok bongkar pasang dengan warna-wari cerah yang dapat dibangun dengan berbagai bentuk.

Permainan lego ini ini selain berfungsi untuk mengasah otak, juga sangat baik untuk kecerdasan anak, meningkatkan kreativitas, daya berpikir logika, penyelesaian masalah, dan jika dimainkan dengan teman dapat meningkatkan kemampuan untuk berinteraksi dan bersosialisasi anak.


6. Rubik.Rubik adalah mainan yang memiliki bentuk kubus dan memiliki sisi yang berbeda warna di setiap sisinya. 

Permainan rubik mengharuskan pemain untuk menyusun kubus agar warna yang tadinya acak di setiap sisinya menjadi warna yang sama di setiap sisi. 

Permainan rubik ini dapat mengasah otak dan kesabaran. 

Jika ingin melatih kecerdasan emosional anak, meningkatkan konsentrasi, dan melatih keseimbangan otak kanan dengan kiri maka permainan rubik ini sangat bagus.


7. Puzzle.Puzzle adalah permainan klasik yang memiliki berbagai variasi, mulai dari puzzle bentuk, puzzle kayu, puzzle kertas, dan masih banyak sebagainya. 

Bermain puzzle akan melatih anak dalam mengorganisir bentuk, menyesuaikan bentuk, menyusun, melatih kreativitas, dan mengembangkan kemampuan berpikir secara kognitive dan motorik.


Manfaat bermain untuk anak

Bermain merupakan suatu aktivitas yang dilakukan untuk mendapatkan kesenangan tanpa harus memikirkan hasil akhir. 

  • Bermain harus dilakukan tanpa paksaan dan sukarela dari anak. Anak dan permainan adalah dua hal yang hampir tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Berikut beberapa manfaat dari bermain.
  •  Bermain dapat melatih otot dan tubuh untuk
  •  bergerak aktif
  • Menyalurkan kelebihan energi anak sehingga mengurangi potensi munculnya sifat    agresif  pada anak
  •  Dengan bermain dan melakukan eksperimen, anak-anak dapat menemukan hal baru dan mendapat kepuasan
  • Bermain menjadi salah satu media untuk mengenal dan pengembangan diri.


Bagaimana memilih permainan yang edukatif

Ada terdapat berbagai macam jenis permainan yang bermanfaat untuk meningkatkan kecerdasan dan kemampuan anak. 

Orang tua perlu memperhatikan beberapa hal dalam memilih permainan untuk anak.

  • Mempertimbangkan usia dan minat anak.
  • Mempertimbangkan factor keamanan dari permainan.
  • Melibatkan keluarga ketika anak sedang bermain. Hal ini dapat meningkatkan interaksi    sosial antara keluarga yang lain dengan anak.
  • Belum tentu permainan yang mahal lebih baik.

Permainan untuk anak sebagai media pembelajaran harus memiliki persyaratan stimulus, keamanan dan juga eksplorasi.

 


Posting Komentar untuk "Apa Saja Manfaat Permainan Tradisional Untuk Perkembangan Anak?"