Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apa Hal-Hal Positif yang Bisa Dicontoh dari Pattimura? Jawaban Soal Tema 5 Sub Tema 2 Kelas 4

Halo adik-adik hebat semua! Bagaimana kabar hari ini? Baik-baik saja bukan?. Ketemu lagi dengan kakak, ya. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas Tema 5 Pahlawanku Subtema 2.
Soal dan  Pembahasan  Kelas 4 Tema 5 Sub Tema 2
Kepahlawanan Tokoh Pattimura/Buku Tematik SD Kelas 4/Kemendikbud

Halo adik-adik hebat semua! Bagaimana kabar hari ini? Baik-baik saja bukan?. Ketemu lagi dengan kakak, ya. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas Tema 5 Pahlawanku Subtema 2.

Setelah mempelajari ini, adik-adik diharapkan dapat memahami dan menjelaskan makna nilai-nilai sila ke-5 Pancasila dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.  Dengan membaca contoh teks non-fiksi yang berkaitan dengan kepahlawanan kalian diharapkan dapat menceritakan kembali isinya dengan menggunakan bahasa kalian sendiri, ya.

Adik-adik, pada sesi sebelumnya kita  telah mengenal beberapa tokoh terkenal seperti Mahapatih Gadjah Mada, Sultan Hassannudin dan Pangeran Diponegoro bukan?

Sesi ini merupakan kelanjutannya, ya. Adik-adik, pasti kalian sudah pernah memegang uang kertas pecahan seribu rupiah. Pernahkah adik-adik memerhatikan gambar pahlawan yang ada pada uang tersebut? Ya, benar. Itu merupakan gambar salah satu pahlawan perjuangan sebelum kebangkitan nasional. Pada tahun 1783 lahirlah seorang Thomas Matulessy. Tanah kelahiran beliau adalah Maluku.

Adik-adik hebat, Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang terkenal dengan kekayaan alamnya baik itu barang tambang, pertanian, perikanan ataupun perkebunan. Salah satunya adalah rempah-rempah. 

Pada zaman dahulu Maluku merupakan salah satu daerah yang kaya akan  rempah-rempah. Rempah-rempah ini kaya kan manfaat ya, adik-adik.  Salah satu khasiatnya adalah dapat digunakan untuk menghangatkan tubuh, jamu yang dapat menjaga kesehatan tubuh sampai-sampai bangsa Eropa mencarinya langsung ke Indonesia.

Pada tahun 1816 datanglah Belanda ke Maluku. Awalnya mereka berdagang akan tetapi lama-kelamaan mereka ingin menguasai Maluku. Kekayaan hasil rempah di Maluku membuat Belanda tergiur. Belanda memaksa rakyat untuk menjual rempah-rempah kepada mereka untuk dibeli dengan harga murah.

Tidak hanya memonopoli rempah-rempah, Belanda kemudian membangung benteng Durstede di Saparua dan meminta seorang residen bernama Van den Berg untuk mengatur pemerintahan disana.  Kerja paksa dicanangkan. Para pemuda dipaksa menjadi serdadu mereka untuk kemudian dikirim ke Jawa.  

Yang lebih menyedihkan lagi, rakyat dipaksa bekerja untuk mereka tanpa diberi upah. Perbuatan Belanda yang semakin sewenang-wenang itu akhirnya menyulut api perlawanan dari rakyat. Ini terjadi pada tahun 1817. Adalah Pattimura yang memipin perjuangan rakyat Maluku pada saat itu. 

Dengan semangat perjuangan yang tinggi beliau bersama rakyat Maluku menyerang benteng Durstede dan berhasil mengalahkan Van den Berg. Akan tetapi Belanda mengirimkan pasukan dari Jakarta dengan jumlah yang lebih banyak dibawah komando Laksamana Buykes.  

Dengan jumlah pasukan yang lebih banyak, Belanda berhasil menguasai tiga daerah di Maluku. Ketiga daerah itu adalah Saparua, Hitu, Haruku. Pada tanggal 16 Desember 1817 Belanda menangkap Kapitan Pattimura.  

Itulah sekilas tentang perjuangan Pattimura dan rakyat Maluku melawan kekejaman penjajahan Belanda.

Berdasarkan informasi yang kamu peroleh diatas, jawablah pertanyaan berikut!

1. Hal-hal positif apa yang bisa dicontoh dari Pattimura?
Jawab :

• Rela berkorban

• Mengutamakan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi

• Gigih dan berani karena benar


2. Bagaimana perjuangan yang dilakukan oleh Pattimura?

Jawab :

Menentang monopoli dan kolonialisme Belanda dengan melakukan perlawanan bersama rakyat Maluku. Sebagai seorang pemimpin Beliau mengatur strategi perang dengan raja Ternate, Tidore juga raja-raja di Bali, Sulawesi dan Jawa. 

Tidak hanya itu, beliau juga mengatur pangan, pendidikan, pemerintahan dan perdagangan serta membangun benteng-benteng pertahanan. 

Beliau berperan sebagai pemimpin dalam perlawanan di Saparua sehingga diberi gelar Kapitan. Pada tanggal 16 Mei 1817 perlawanan Beliau bersama dengan rakyat Maluku mampu merebut benteng Durstede. 

Selain di Saparua, perlawanan beliau juga sampai di Wilayah Ambon, Seram dan lainnya. Berkali-kali beliau mampu mengalahkan Belanda hingga pada akhirnya kolonial meminta bala bantuan dari Jakarta dan menangkapbeliau sampai pada akhirnya pada 16 Desember 1817 beliau dihukum mati. 


3. Apa dampak dari perjuangan yang dilakukan oleh Pattimura?

Jawab :

Dengan adanya perjuangan Beliau, penjajah Belanda tidak bisa begitu saja menguasai Maluku. Bahkan kolonial harus merasakan kekalahan berkali-kali. Dengan kekalahan itu, Beliau bisa mengatur pangan, pendidikan, pemerintahan sampai merebut Benteng Durstede. 


4. Apa alasan dari perjuangan Pattimura?

Jawab :

Beliau tidak rela Belanda memonopoli rempah-rempah di Maluku, membeli rempah-rempah      dengan harga yang sangat murah dan menerapkan kerja paksa kepada rakyat Maluku. Kekejaman dan kesewenang-wenangan Belanda inilah yang mengobarkan semangat perjuangan untuk melakukan perlawanan terhadap Belanda.

Perjuangan Beliau seperti diatas telah mencerminkan nilai-nilai sila kelima Pancasila yakni adanya keadilan untuk mendapatkan kehidupan yang layak dan terbebas dari penjajahan.

Sikap Beliau mencerminkan kerja keras. Hal ini dapat dilihat dari kegigihan dan sikap tidak pantang menyerah untuk melawan penjajahan Belanda.

Dari situ dapat disimpulkan bahwa beliau menginginkan sebuah keadilan yakni keadilan bagi setiap bangsa untuk melaksanakan kewajiban dan mendapatkan hak yang semestinya sehingga rakyat dapat hidup secara layak.

Lebih lanjut, sikap beliau menunjukkan agar wilayah Maluku terbebas dari kolonialisme sehingga rakyat dapat menjalankan roda pemerintahan untuk kelangsungan hidup rakyat Maluku secara mandiri.

Sikap Beliau mencerminkan sila kelima Pancasila yaitu setiap warga negara dapat mendapatkan kehidupan yang lebih baik dengan kerja keras serta menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.



Disclaimer :

1. Konten ini dibuat untuk mempermudah orang tua dalam mendampingi kegiatan belajar anak yakni digunakan sebagai tambahan atau pembanding.

2. Orang tua tetap menjelaskan materi sehingga anak tidak sekedar tahu akan tetapi dapat memahami, mengerti dan mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna.

3. Jawaban yang diajukan penulis sifatnya terbuka, dapat dikurangi atau ditambahi sehingga menjadi proporsional dan lebih tepat.


Posting Komentar untuk "Apa Hal-Hal Positif yang Bisa Dicontoh dari Pattimura? Jawaban Soal Tema 5 Sub Tema 2 Kelas 4 "