Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sudahkah Teman Ajeng Menerapkan Nilai Luhur Sila Kelima Pancasila? PPKn Tema 5 Sub Tema 2

Sudahkah Teman Ajeng Menerapkan Nilai Luhur Sila Kelima Pancasila? PPKn Tema 5 Sub Tema 2
 Sudahkah Teman Ajeng Menerapkan Nilai Luhur Sila Kelima Pancasila?
 PPKn Tema 5 Sub Tema 2/Pexels/Polina Kovaleva

Halo adik-adik, bagaimana kabarnya hari ini?. Baik-baik saja bukan? Semoga adik-adik dan keluarga dirumah dalam keadaan sehat semuanya. Adik-adik, pada sesi ini ini kita akan melanjutkan materi Tema 5 Sub Tema 2 yaitu Pahlawan Kebanggaanku untuk pelajaran PPKn.

Pada sesi sebelumnya adik-adik sudah belajar tentang nilai dan makna yang terkandung dalam sila kelima bukan?. Kemudian adik-adik juga sudah belajar juga tentang penerapan sila kelima Pancasila. Adik-adik semoga sudah memahami materinya ,ya. Setelah mempelajari materi ini adik-adik akan bisa mengidentifikasi (mengenali) apa saja nilai-nilai yang terkandung dalam sila kelima Pancasila. Tentunya tidak hanya sebatas mengenali akan tetapi juga menerapkannya, ya adik-adik hebat.

Baiklah adik-adik, sekarang mari kita mengulas kembali materi ‘Penerapan Sila Kelima Pancasila”. Pertama-tama kita cari terlebih dahulu arti kata “penerapan” ya. Mengutip para ahli dan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) “penerapan” adalah mempraktekkan suatu teori. Jadi materi ini berkaitan dengan praktek nilai-nilai sila ke-5 dalam kehidupan sehari-hari.

Beberapa pengamalan sila kelima seperti mendapatkan hak dan melaksanakan kewajiban secara seimbang, menghargai hak orang lain, menolong orang lain dalam hal kebaikan, hidup hemat dan mengapresiasi hasil karya orang lain.

Contoh penerapan nilai sila kelima Pancasila adalah kegiatan gotong-royong membangun poskamling. Sebelum membangun poskamling warga masyarakat mengeluarkan hak untuk mengajukan usul atau pendapat tentang waktu pelaksaannya, lokasi bangunannya, penggalangan dana dan hal-hal lainnya untuk dimusyawarahkan. Tidak ada warga yang memaksakan kehendak. Setelah ada kesepakatan setiap warga memiliki kewajiban misalnya membayar sejumlah iuran untuk membeli material atau bahan.  Dalam pembangunannya warga masyarakat mendapatkan peran masing-masing, ada yang menjadi tukang, ada yang bertugas melayani tukang dan ibu-ibu menyiapkan makanan dan minuman.

Nah, dalam tugas kali ini adik-adik hebat diminta membaca sebuah teks cerita. Setelah itu adik-adik diminta untuk mengidentifikasi (mengenali) penerapan sila kelima yang dapat diketahui dari narasi dan sikap tokoh yang digambarkan melalui kalimat-kalimat pada tiap-tiap paragraf. Teks tersebut terdiri dari dua paragraf. Sedangkan tokoh yang ada didalam cerita tersebut adalah Ajeng, Fitri dan teman-teman mereka.

Isi teksnya kurang lebih sebagai berikut ya adik-adik :

Teks tersebut menceritakan bahwa Ibu Guru memberikan tugas kepada Ajeng dan teman-temannya. Tugasnya adalah membuat prakarya. Ketentuannya adalah prakarya yang dibuat harus bisa dimanfaatkan di sekolah. Dari sejumlah tugas prakarya itu akan dipilih yang terbaik. Prakarya yang masuk kategori ini berkesempatan mengikuti perlombaan prakarya antar kelas.

Masing-masing siswa menyelesaikan tugas dan  sebelum mengumpulkannya kepada Ibu Guru, mereka saling memperlihatkan hasil karya masing-masing. Kebetulan, hasil karya yang dibuat oleh Ajeng dan Fitri sama yakni berupa vas bunga. Nah, teman-teman mereka beranggapan bahwa hasil karya Fitri lebih bagus dan menjadi nominasi untuk didaftarkan pada lomba.

Pertanyaannya adalah :

a. Apakah teman-teman Ajeng telah  menerapkan sikap menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan bersama?

Jawab :

- Terhadap hasil karya Fitri : 

Jika melihatnya pada hasil karya maka menurut pendapat saya sikap teman-teman Ajeng telah menerapkan nilai luhur Pancasila yang dalam hal ini adalah menghargai hasil karya orang lain. Akan tetapi seharusnya bermusyawarah dengan Ibu Guru terlebih dahulu karena beliau belum melaksanakan haknya yaitu mengapresiasi dan menilai hasil karya Ajeng dan Fitri. Disamping itu, dalam cerita tidak disebutkan berapa persen jumlah siswa (yang berpendapat bahwa karya Fitri lebih bagus) jika dibandingkan dengan jumlah siswa secara keseluruhan.

- Terhadap hasil karya Ajeng : 

Kalimat “Teman-teman menganggap prakarya buatan Fitri lebih bagus daripada buatan Ajeng” belum tentu berarti bahwa mereka tidak menghargai hasil karyanya Ajeng. Mereka memiliki hak untuk memilih hasil karya yang akan mewakili kepentingan bersama. Jadi memberikan pendapat bukan berarti tidak menghargai. 


b. Bagaimana sebaiknya sikap Ajeng? Jelaskan!

Jawab :

Sebaiknya Ajeng bersikap sewajarnya saja dan tidak perlu memaksakan agar hasil karyanya diikutkan lomba. Ajeng tidak perlu berkecil hati, toh hasil prakaryanya bisa digunakan atau dimanfaatkan untuk diletakkan di dalam ruangan dilingkungan sekolah.

Demikian adik-adik pembahasan contoh penerapan nilai sila kelima Pancasila. Semoga prakarya Fitri menang pada acara lomba antar kelas dan bermanfaat bagi teman-temannya, ya.


Disclaimer :

1. Konten ini dibuat untuk mempermudah orang tua dalam mendampingi kegiatan belajar anak yakni digunakan sebagai tambahan atau pembanding.

2. Orang tua tetap menjelaskan materi sehingga anak tidak sekedar tahu akan tetapi dapat memahami, mengerti dan mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna.

3. Jawaban yang diajukan penulis sifatnya terbuka, dapat dikurangi atau ditambah sehingga menjadi proporsional dan lebih tepat.




Posting Komentar untuk "Sudahkah Teman Ajeng Menerapkan Nilai Luhur Sila Kelima Pancasila? PPKn Tema 5 Sub Tema 2"