Apa Arti P5 dalam Kurikulum Merdeka? Ini Penjelasannya


Arti P5 dalam Kurikulum Merdeka
Sumber gambar : tangkapan layar Instagram @ditjen.gtk.kemdikbud

INFOPENDIDIKANMU.MY.ID - Berikut ini penjelasan mengenai arti P5 dalam Kurikulum Merdeka.

Banyak insan pendidikan yang ingin mengetahui arti P5 dalam Kurikulum Merdeka.

Baru-baru ini, Ditjen GTK Kemdikbud memberikan informasi mengenai arti P5 dalam Kurikulum Merdeka melalui sebuah unggahan di akun Instagramnya.

Melansir unggahan akun @ditjen.gtk.kemdikbud yang berjudul "Menilik Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila" dikatakan bahwa sejumlah 20-30 persen jam pelajaran dari setiap mapel dialokasikan untuk projek penguatan profil pelajar Pancasila. 

Apakah projek tersebut akan diimplementasikan per mapel atau terintegrasi antar mapel? 

Target utama program ini adalah penguatan profil pelajar Pancasila sebagai tujuan jangka panjang pembelajaran.  

Oleh karena itu,  tujuan projek ini tidak berkaitan langsung dengan konten/capaian pembelajaran dari mapel yang sedang dipelajari. 

Dalam implementasinya,  guru kelas dan guru mapel berkolaborasi dan fokus pada pencapaian dimensi profil pelajar Pancasila dalam perencanaan dan fasilitasi kegiatan projek ini. Penentuan 20-30 persen alokasi waktu untuk projek tidak berlaku untuk satuan PAUD. 

Apakah projek penguatan profil pelajar Pancasila diajarkan secara kolaboratif (team teaching)  oleh guru mata pelajaran dan guru kelas?

Karena projek ini memiliki target utama pengembangan profil Pelajar Pancasila, maka semua guru,  baik guru mata pelajaran maupun guru kelas perlu terlibat dalam perencanaan,  pengajaran,  dan asesmen. Di satuan PAUD,  guru yang mengampu projek penguatan profil pelajar Pancasila sama dengan guru kelas. 

Dalam rangkaian kegiatannya,  peserta didik akan menggali pemahaman dan mencari solusi mengenai isu-isu yang dikemas dalam tujuh tema berdasarkan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Developmen Goals atau SDGs)  di SD,  SMP,  SMA,  SMK,  dan sederajat serta empat tema di satuan PAUD. 

Berbagai macam keterampilan dan pengetahuan akan dikembangkan untuk pendalaman isu,  penyelesaian masalah,  dan tidak dipisah-pisah dalam mata pelajaran.

"Projek penguatan profil pelajar Pancasila adalah sebuah pendekatan pembelajaran melalui projek dengan sasaran utama mencapai dimensi profil pelajar Pancasila. Peserta didik akan belajar menelaah tema-tema tertentu yang menjadi prioritas setiap tahunnya", tulis akun ditjen.gtk.kemdikbud seperti dikutip Info Pendidikanmu, Jumat (22/7/2022).

Terkait hal itu juga diterangkan mengenai pentingnya alokasi waktu dan kolaborasi antara pendidik.

"Dengan adanya projek penguatan profil pelajar Pancasila, maka satuan pendidikan perlu mengalokasikan waktu agar guru bisa bekerja secara kolaboratif. Kolaborasi akan menjadi kunci sukses/tidaknya sebuah projek", lanjut keterangan menyertai unggahan tersebut.

Terdapat 3 hal mengenai pentingnya kolaborasi.

"Dalam pelaksanaan projek, guru-guru harus berkolaborasi secara lintas ilmu untuk merencanakan, memfasilitasi, dan menjalankan asesmen", terang Ditjen Kemdikbud.

Dalam hal ini, peserta didik juga memerlukan penguatan.

"Untuk peserta didik sampai pada kompetensi dan karakter yang terdapat dalam profil pelajar Pancasila, perlu penguatan selain di intrakurikuler, ekstrakurikuler, dan program lainnya", lanjutnya.

Selanjutnya dijelaskan mengenai cara pelaksanaan projek tersebut.

"Projek penguatan profil pelajar Pancasila dilaksanakan dengan melatih peserta didik untuk menggali isu nyata di lingkungan sekitar dan berkolaborasi untuk memecahkan masalah tersebut", ungkapnya.

Pada bagian akhir diterangkan kembali mengenai urgensi alokasi waktu dalam pelaksanaan program ini.

"Oleh karena itu, alokasi waktu tersendiri sangat dibutuhkan guna memastikan projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dapat berjalan dengan baik", tegasnya.

Demikian tadi penjelasan mengenai arti P5 dalam Kurikulum Merdeka.

Sumber : IG Ditjen GTK Kemdikbud


Posting Komentar untuk "Apa Arti P5 dalam Kurikulum Merdeka? Ini Penjelasannya"